Home » » BERKAT GAYA GESEK

BERKAT GAYA GESEK

Posted by SAINS IS MY WORLD on Thursday, December 30, 2010


Terdapat hukum-hukum dasar yang tidak dapat berubah di alam semesta, yang mempengaruhi seluruh makhluk yang bernyawa ataupun yang tak-bernyawa. Hukum-hukum tersebut merupakan bukti yang menggambarkan kesempurnaan dalam penciptaan alam semesta sebagaimana makhluk hidup yang sempurna, yang hidup di dalamnya. Saat ini, petunjuk tersebut dihadapkan kepada kita sebagai hukum-hukum fisika yang begitu banyak ditemukan oleh para fisikawan. Hukum yang secara resmi diterima sebagai "hukum fisika" tak lain merupakan bukti kesempurnaan ciptaan Allah. Mari kita lihat beberapa contoh kesempurnaan rancangan di alam semesta.

Bukan Sekedar Gaya
Apa yang terjadi jika gravitasi (gaya tarik bumi) lebih besar dari sekarang? Berlari dan berjalan menjadi mustahil. Manusia dan hewan akan mengeluarkan jauh lebih banyak tenaga untuk bergerak. Ini berarti akan menguras lebih banyak sumber daya tenaga bumi. Bagaimana jika gaya tarik bumi kurang kuat? Benda ringan pun tidak akan mampu mempertahankan keseimbangan mereka. Misalnya, serpihan debu yang dibawa oleh hembusan angin akan mengambang di udara dalam waktu lama. Kecepatan tetesan hujan akan menurun, dan tetesan itu mungkin akan menguap sebelum mencapai tanah. Sungai-sungai akan mengalir lebih lambat sehingga arus listrik tidak akan diperoleh dengan laju keluaran yang sama.
Semuanya berakar pada sifat tarikan terhadap benda oleh gaya tarik bumi. Hukum gravitasi Newton menyatakan bahwa gaya tarik gravitasi antara benda-benda tergantung pada massa dan jarak antar-benda tersebut. Karena itu, jika jarak antara dua bintang meningkat tiga kali, maka gaya gravitasi akan menurun sebesar sembilan kali, atau jika jaraknya menurun setengahnya, gaya gravitasi akan membesar 4 kali lipat.
Hukum ini membantu menjelaskan letak bumi, bulan dan planet saat ini. Jika hukum gravitasi berbeda, misalnya, jika gaya gravitasi meningkat ketika jaraknya menjauh, maka garis edar planet tidak akan berbentuk bulat lonjong dan planet-planet itu akan jatuh ke matahari. Jika gravitasi melemah, bumi akan berada pada kedudukan yang tetap jauh terhadap matahari. Jadi, jika gaya gravitasi tidak memiliki nilai yang tepat, maka bumi akan bertabrakan dengan matahari atau bahkan hilang di angkasa yang luas.

Berkat Konstanta Planck
Kita menjumpai bentuk energi yang berbeda sepanjang waktu. Misalnya, panas yang kita rasakan di depan api pun telah diciptakan dengan keseimbangannya yang rumit.
Dalam fisika, energi dianggap memancar tidak dalam bentuk gelombang, melainkan dalam jumlah tertentu yang disebut "kuantum." Dalam memperhitungkan energi yang terpancar, nilai tertentu yang tak berubah yang disebut Konstanta Planck digunakan di sini. Angka ini secara umum cukup kecil sehingga dapat diabaikan. Angka ini adalah salah satu bilangan dasar dan tak berubah di alam, yang rata-rata dinyatakan sebagai 6,626x10-34. Dalam setiap keadaan yang menyangkut pancaran energi (radiasi), jika energi suatu foton dibagi dengan frekuensinya, hasilnya akan selalu sama dengan konstanta ini. Seluruh bentuk energi elektromagnetik (magnet listrik), yakni panas, cahaya, dan lain-lain, ditentukan oleh Konstanta Planck.

Seluruh bentuk energi elektromagnetik, yakni panas, cahaya, dll. diatur menurut konstanta Planck. Seandainya angka yang amat kecil ini merupakan besaran yang berbeda, maka panas yang kita rasakan di depan api bisa menjadi jauh lebih panas. Jika angka ini jauh lebih besar, api yang sangat kecil bisa mempunyai energi yang cukup untuk membakar kita, sebaliknya, jika konstanta ini jauh lebih kecil, bahkan bola api raksasa seukuran matahari tidak akan cukup untuk menghangatkan bumi.
Jika bilangan yang sangat kecil ini berbeda ukurannya, maka panas yang kita rasakan di depan api dapat menjadi jauh lebih panas atau sebaliknya menjadi lebih dingin. Misalnya, jika konstanta ini lebih besar nilainya, api yang terkecil bisa mengandung energi yang cukup untuk membakar kita. Sebaliknya, bola api raksasa seukuran matahari sekali pun bisa takkan cukup untuk menghangatkan bumi jika nilai konstanta ini jauh lebih kecil nilainya dari yang sekarang.

Andai Dunia Tanpa Gesekan
Gaya gesek pada umumnya dianggap merugikan, karena gaya ini terjadi ketika kita menggerakkan sesuatu dalam keseharian kita. Namun, bagaimana jadinya dunia ini jika gaya gesek benar-benar tidak ada? Pena dan kertas akan meluncur dari tangan kita dan jatuh ke meja terus ke lantai, meja akan terpeleset ke pojok ruangan, singkatnya, seluruh benda akan terjatuh dan berguling hingga segalanya pada akhirnya berhenti di tempat terendah. Dalam dunia tanpa gesekan, seluruh ikatan akan terbuka, mur dan paku akan terlepas, tak ada mobil yang pernah bisa direm, sementara suara pun tidak akan pernah diam, melainkan terus menggema tak henti.



Semua produk teknologi memanfaatkan gaya gesek dalam beragam bentuknya. Mesin kendaraan bekerja dengan memanfaatkan gaya gesek ini.
Seluruh hukum fisika ini merupakan bukti nyata bahwa alam semesta, sebagaimana halnya semua makhluk di dalamnya, merupakan hasil suatu rancangan ilahi. Dan memang, hukum fisika tidak lain hanyalah penjelasan dan penggambaran manusia akan keteraturan ilahi yang Allah ciptakan. Allah telah menciptakan hukum aturan yang tak berubah di alam semesta dan menciptakannya untuk kepentingan manusia sehingga manusia dapat merenungkannya serta memahami kebesaran Allah dan bersyukur atas nikmat-Nya.
Kita dapat terus memberikan contoh yang tak terhingga untuk menggambarkan keteraturan ciptaan Allah. Setiap yang diciptakan sejak terbentuknya alam semesta jutaan tahun yang lalu telah dijadikan dengan seluruh Ilmu dan Kebesaran Allah. Dialah Pencipta Maha Sempurna dan kepadaNyalah hendaknya kita bersyukur dan menghamba.
Sumber : Harun Yahya


0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.
.comment-content a {display: none;}